Kalau matic Anda bergetar pas jalan pelan, sekitar 20 sampai 40 km per jam, lalu getarnya hilang pas sudah kencang, jangan buru buru curiga mesin. Sembilan dari sepuluh kasus yang masuk pit kami, penyebabnya ada di CVT.

Apa itu CVT dan kenapa dia rewel

CVT adalah transmisi otomatis matic. Isinya sabuk karet yang namanya vbelt, ditambah roller, kampas ganda dan mangkok. Semua itu karet dan logam yang saling bergesek ratusan ribu kali tiap Anda berangkat kerja. Wajar kalau aus.

Roller peyang

Roller itu bulatan yang mendorong vbelt naik turun. Bentuknya harus bulat sempurna. Kalau sudah peyang, dorongannya jadi tidak rata dan itulah getar yang Anda rasakan di stang. Roller selalu diganti satu set enam butir, tidak pernah sebagian, karena satu roller baru di antara lima yang aus malah bikin getarnya makin parah.

Vbelt retak

Vbelt yang mulai retak halus di sela giginya bikin tarikan telat pas lampu hijau. Ini gejala yang paling tidak boleh diabaikan. Vbelt putus artinya motor berhenti di tempat dan tidak bisa didorong jalan, harus diangkut. Kalau itu terjadi jam 6 pagi di jalur pabrik, shift Anda hangus.

CVT kotor

Debu jalur Gunung Putri masuk lewat lubang hawa rumah CVT dan menempel di kampas ganda. Kadang getar hilang cuma dengan dibersihkan, tanpa ganti part sama sekali.

Kapan harus dicek

  • Servis CVT tiap 8.000 km sekali, dibersihkan saja
  • Cek roller dan vbelt tiap 20.000 km
  • Ganti vbelt paling lambat 24.000 km, jangan tunggu putus
  • Kalau sudah bergetar atau telat narik, jangan tunggu jadwal

Berapa lama dan berapa biayanya

Servis CVT di pit kami sekitar 75 menit, jasanya mulai Rp 75.000. Kalau ternyata roller atau vbelt harus ganti, harga partnya kami sebut terpisah dan kami tunjukkan dulu part lamanya sebelum diganti. Anda yang putuskan, bukan kami.