Tidak ada rem yang tiba tiba blong. Yang ada adalah tanda yang muncul berminggu minggu sebelumnya lalu diabaikan karena motornya masih bisa jalan. Ini tiga tanda yang paling sering kami temui, urut dari yang paling awal.
Satu, bunyi berdecit
Kampas rem punya indikator keausan berupa pelat logam kecil. Waktu kampasnya sudah tipis, pelat itu mulai menyentuh cakram dan bunyinya nyaring pas Anda ngerem pelan. Bunyi ini sengaja dibuat berisik supaya Anda terganggu. Jangan dianggap wajar.
Dua, tuas rem makin dalam
Kalau dulu rem sudah gigit di seperempat tarikan, sekarang harus ditarik separuh baru terasa. Itu karena kampas yang menipis harus menempuh jarak lebih jauh sebelum menyentuh cakram. Di titik ini Anda masih aman, tapi jarak berhenti Anda sudah bertambah beberapa meter, dan beberapa meter itu yang menentukan waktu ada anak nyeberang mendadak.
Tiga, bunyi gesekan logam
Ini sudah telat. Kampasnya habis dan yang menggesek cakram sekarang pelat bajanya. Bunyinya kasar seperti besi diseret. Kalau sudah begini, cakram Anda ikut tergores dan biayanya bukan lagi Rp 45.000 tapi bisa ratusan ribu karena cakramnya ikut ganti.
Patokan waktu
- Kampas rem depan matic harian, cek tiap servis, ganti sekitar 12.000 km
- Kampas rem belakang biasanya lebih awet karena lebih jarang dipakai
- Motor sering bawa boncengan atau lewat turunan, cek lebih sering
- Kalau musim hujan, pasir dan air mempercepat keausan
Cek sendiri di rumah
Lihat celah di kaliper rem depan Anda pakai senter. Kampas rem yang sehat masih punya lapisan gesek setebal kira kira dua koin lima ratusan ditumpuk. Kalau sudah setipis satu koin, waktunya mampir. Kalau Anda ragu, bawa saja ke pit, cek kampas gratis dan tidak sampai lima menit.

